Simplify Shapefile — Mengecilkan Ukuran Tanpa Merusak Bentuk

Kurangi jumlah verteks shapefile dengan algoritma Douglas–Peucker. Panduan memilih toleransi yang tepat agar bentuk tetap terjaga dan berkas jauh lebih ringan.

Data hasil digitasi resolusi tinggi sering membawa verteks jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan peta akhir. Akibatnya berkas berat, web map tersendat, dan proses analisis lambat. Simplify membuang verteks yang tidak mengubah bentuk secara berarti.

Cara kerja Douglas–Peucker

Algoritma ini menarik garis lurus antara titik awal dan akhir sebuah segmen, lalu mencari verteks yang paling jauh dari garis tersebut. Bila jaraknya masih di bawah nilai toleransi, seluruh verteks di antaranya dibuang. Bila melebihi, segmen dipecah dan proses diulang. Hasilnya: lekukan penting dipertahankan, riak kecil dihilangkan.

Memilih nilai toleransi

Toleransi memakai satuan yang sama dengan koordinat data Anda. Pada data WGS84 satuannya derajat — dan di sinilah kebanyakan orang tersandung, karena 0,001 derajat kira-kira 111 meter di khatulistiwa. Nilai yang terdengar kecil bisa memangkas bentuk secara drastis.

  • Mulai dari nilai kecil, periksa hasilnya di pratinjau, lalu naikkan bertahap.
  • Untuk data dalam meter (UTM), toleransi 1–5 meter biasanya aman untuk peta skala menengah.
  • Untuk data WGS84, mulai dari 0,00001 derajat (± 1 meter) dan naikkan perlahan.

Kapan sebaiknya tidak melakukan simplify

Jangan menyederhanakan data yang akan dipakai sebagai dasar ukur resmi — batas persil, batas kawasan, atau lampiran perizinan. Simplify mengubah geometri secara permanen, dan luas hasil perhitungan akan ikut berubah. Simpan selalu berkas aslinya.

Simplify juga bisa menciptakan self-intersection pada poligon berlekuk rapat. Setelah menyederhanakan, jalankan Validasi Geometri untuk memastikan hasilnya masih valid.

Coba Alat Simplify

Bacaan terkait