Cara Mengubah CSV atau Excel Berisi Koordinat Menjadi Shapefile

Ubah daftar koordinat dari Excel atau CSV menjadi shapefile: menentukan kolom X dan Y sendiri, menangani koma desimal, dan easting/northing UTM.

Hampir setiap pekerjaan lapangan dimulai dari daftar koordinat di spreadsheet: titik bor, patok batas, lokasi sampel, aset. Memindahkannya ke shapefile sering gagal bukan karena datanya salah, melainkan karena tiga hal kecil: nama kolom yang tidak dikenali, koma desimal, dan koordinat yang ternyata bukan lintang-bujur.

Menentukan kolom X dan Y sendiri

Banyak alat hanya menerima kolom bernama lon/lat atau x/y, lalu menolak berkas begitu saja. Padahal berkas nyata memakai Bujur, Lintang, Easting, Northing, koordinat_x, atau bahkan nama yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Di Konverter Format, kolom dideteksi otomatis bila namanya dikenali — tapi deteksi itu hanya usulan. Anda bisa menggantinya lewat dua pilihan kolom, lengkap dengan contoh nilai baris pertama supaya kesalahan kolom langsung terlihat sebelum konversi dijalankan.

Koma desimal dan pemisah titik koma

Excel dengan lokal Indonesia menyimpan CSV memakai titik koma sebagai pemisah kolom dan koma sebagai desimal, misalnya 106,816666;-6,200000. Berkas seperti ini gagal dibaca alat yang berasumsi semuanya koma-dan-titik.

Pemisah kolom (koma, titik koma, tab, atau garis tegak) dan tanda desimal dibaca dari isi berkasnya, bukan diasumsikan. Keduanya ditampilkan di panel supaya Anda bisa memastikan tebakannya benar.

Kalau koordinatnya UTM, bukan derajat

Angka seperti 700000 dan 9300000 bukan lintang-bujur — itu easting dan northing dalam meter. Kalau dimasukkan apa adanya sebagai derajat, titik Anda akan mendarat di tempat yang tidak masuk akal.

Pilih sistem koordinat sumber pada panel (misalnya EPSG:32748 untuk UTM 48S) dan titik-titiknya akan direproyeksi ke WGS84 saat dibaca. Bila ragu zona mana yang benar, lihat panduan zona UTM Indonesia.

Baris yang dilewati

Baris tanpa koordinat, atau yang koordinatnya bukan angka, dilewati dan jumlahnya dilaporkan. Angka itu layak diperiksa: kalau dari 500 baris ada 120 yang dilewati, biasanya ada masalah sistematis — misalnya kolom yang salah pilih, atau baris kosong pemisah di tengah berkas.

Setelah jadi titik

  • Simpan sebagai Shapefile bila akan dibuka di QGIS/ArcGIS, atau GeoJSON untuk keperluan web.
  • Perlu zona di sekitar tiap titik? Lanjutkan dengan Buffer.
  • Perlu memotong ke wilayah kerja saja? Pakai Clip.

Coba Konverter Format

Bacaan terkait