Apa Itu EPSG? Panduan Kode EPSG untuk Indonesia

Penjelasan kode EPSG, perbedaan WGS84, UTM, dan DGN95, serta daftar EPSG yang sering dipakai di Indonesia untuk reproyeksi data GIS.

EPSG adalah kode numerik yang mengidentifikasi sistem referensi koordinat (CRS) secara unik. Alih-alih menulis parameter proyeksi yang panjang, kita cukup menyebut kodenya, misalnya EPSG:4326 untuk WGS84. Memahami EPSG penting agar data GIS tumpang tindih dengan benar.

EPSG yang paling sering dipakai

  • EPSG:4326 - WGS84 (lintang/bujur), dipakai GPS, Google Earth, dan GeoJSON.
  • EPSG:3857 - Web Mercator, dipakai basemap peta web (Google/OSM).
  • EPSG:32646–32654 - UTM zona 46N–54N (belahan utara).
  • EPSG:32746–32754 - UTM zona 46S–54S (belahan selatan, mayoritas Indonesia).
  • EPSG:23830–23845 - DGN95 / Indonesian TM-3 untuk pemetaan skala besar (BPN/kadaster).

Memilih CRS yang tepat

Untuk tampilan di peta web atau berbagi via Google Earth, gunakan WGS84 (4326). Untuk pengukuran luas dan jarak yang akurat, gunakan UTM zona yang sesuai wilayah Anda. Untuk pekerjaan kadaster di Indonesia, DGN95 TM-3 sering menjadi standar.

Cara mengganti EPSG

Gunakan alat Reproject: unggah shapefile, proyeksi sumber dideteksi dari .prj, lalu pilih EPSG target. Untuk konversi koordinat tunggal antara DD, DMS, dan UTM, pakai konverter koordinat.

Reproject ke EPSG pilihan

Bacaan terkait